
Isi Berita: LOMBOK TIMUR — Fenomena alam yang memukau sekaligus ekstrem kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Pulau Lombok. Memasuki periode peralihan musim, kawasan Savana Propok yang berada pada ketinggian jalur pendakian dilaporkan membeku akibat penurunan suhu udara yang sangat drastis hingga menyentuh angka 2 derajat celcius pada malam hingga dini hari. Lapisan es tipis atau frost tampak menyelimuti hamparan rumput savana, mengubah pemandangan hijau yang biasanya gersang menjadi hamparan putih berkilau layaknya salju di luar negeri.
Pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menjelaskan bahwa fenomena pembekuan atau kristalisasi embun ini sebenarnya merupakan siklus periodik yang wajar terjadi di daerah pegunungan tinggi Indonesia saat memasuki musim kemarau atau pancaroba. Penurunan suhu ekstrem ini dipicu oleh pergerakan angin monsun yang membawa massa udara kering dan dingin. Meski menyajikan pemandangan yang sangat eksotis dan menarik perhatian banyak fotografer alam, kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari para pelancong dan pecinta alam yang sedang melakukan ekspedisi.
Terkait fenomena es ini, pihak otoritas menegaskan bahwa aktivitas pendakian menuju puncak Rinjani maupun area berkemah di sekitarnya masih tetap dibuka secara normal. Namun, Balai TNGR mengeluarkan imbauan keras agar setiap calon pendaki mempersiapkan fisik secara matang serta membawa peralatan logistik yang memadai untuk mengantisipasi risiko hipotermia. Pendaki diwajibkan membawa jaket tebal pelindung angin, pakaian termal, serta kantong tidur (sleeping bag) berspesifikasi khusus suhu ekstrem demi menjaga keselamatan selama berada di atas gunung.